Tampilkan postingan dengan label All. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 September 2011

Renungan 8 September

"Anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus."
(Rm 8:28-30; Mat 1:18-23)

foto: yougotjesus.com
"Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria,
ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh
Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf
suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama
isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak
kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau
takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam
kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki
dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan
menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya
genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara
itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka
akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita."
(Mat 1:18-23), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta
Kelahiran SP Maria hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana
sebagai berikut:
•       Anak yang baru dilahirkan pada umumnya mempesona dan menarik, serta
siapapun yang hidup dan bertindak dalam kasih pasti akan terpesona dan
tertarik, apalagi orangtuanya, khususnya ibunya yang baru saja
melahirkannya. Maka baiklah dalam rangka mengenangkan pesta Kelahiran
SP Maria ini saya mengajak kita semua untuk mawas diri apakah cara
hidup dan cara bertindak kita mempesona dan menarik semua orang alias
dikasihi oleh Tuhan maupun sesama manusia. Dalam warta gembira hari
ini dikisahkan perihal SP Maria, perawan dan 'anak dara', yang
mengandung karena Roh Kudus, anak yang ada dalam kandungan SP Maria
"adalah dari Roh Kudus". Kiranya kita semua juga boleh menyadari dan
mengakui diri bahwa masing-masing dari kita juga telah dikandung oleh
ibu kita masing-masing 'dari Roh Kudus' artinya karena dan dalam
cintakasih, anugerah Tuhan. Dengan kata lain Roh Kudus hidup dan
berkarya dalam diri kita, orang yang lemah dan rapuh ini. Sekiranya
kita hidup dan bertindak dalam dan oleh Roh Kudus, maka cara hidup dan
cara bertindak kita pasti menarik dan mempesona orang lain kapanpun
dan dimanapun. Cara hidup dan cara bertindak kita akan membahagiakan
dan menyelamatkan diri kita sendiri maupun orang lain, terutama
keselamatan jiwa. Cara hidup dan cara bertindak kita mencemarkan nama
baik sendiri maupun orang lain, yang kena dampak hidup dan cara
bertindak kita. Orang yang memiliki nama baik antara lain juga tidak
pernah ngrasani atau ngrumpi, yang pada umumnya membicarakan kelemahan
dan kekurangan orang lain alias mencemarkan nama baik orang lain alias
melanggar cintakasih dan harkat martabat manusia.
•       "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi
mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Rm 8:28),
demikian kesaksian iman Paulus kepada umat di Roma. Segala sesuatu
yang hidup di dunia ini diciptakan oleh Allah dan Allah terus bekarya
di dalamnya, dalam manusia, binatang maupun tumbuh-tumbuhan atau
tanaman "untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia".
Sebagai orang beriman kita juga mengasihi Allah atau membalas kasih
Allah yang melimpah ruah, maka baiklah juga kita imani atau hayati
bahwa apa yang baik, indah, mulia, luhur, menarik dan mempesona pada
diri kita sungguh merupakan kebaikan Allah, demikian juga suasana atau
pemandangan yang indah. Kecantikan atau ketampanan, keterampilan,
kepandaian, kesehatan dst. ..merupakan kebaikan Allah yang telah kita
terima melalui kebaikan sekian banyak orang yang telah mengasihi atau
memperhatikan kita. Kiranya tak ada seorang pun di antara kita yang
mampu menghitung atau mengingat-ingat berapa jumlah orang yang telah
memperhatikan kita, karena begitu banyaknya. Maka kami mengajak kita
semua untuk memfungsikan semua yang telah kita terima dari Allah dan
saat ini kita miliki, kuasai dan nikmati guna berbuat baik kepada
saudara-saudari kita dimanapun dan kapanpun, tentu saja juga demi
keselamatan dan kebahagiaan kita sendiri maupun saudara-saudari kita,
terutama keselamatan atau kebahagiaan jiwa. Hendaknya kita juga
merawat dan mengurus lingkungan hidup kita sebaik mungkin; hendaknya
jangan serakah memfungsikan ciptaan lain seperti binatang maupun
tanaman/tumbuh-tumbuhan. Maaf karena sikap mental bisnis dan egoisme
begitu menguasai dan menjiwai orang berduit dan berkuasa, yang gila
akan harta benda/uang, pangkat dan kehormatan duniawi, maka hutan
dibabat seenaknya dan ikan-ikan di laut disapu bersih, sementara itu
aneka racun (obat) tanaman di sawah maupun ladang telah menghabisi
aneka jenis binatang melata maupun ikan, sehingga lingkungan hidup
mengancam keselamatan jiwa manusia.

"Kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena
penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat
baik kepadaku." (Mzm 13:6)

[imankatolik]

EMANSIPASI PRIA, ANTARA AKU, TUHANKU, DAN ISTRIKU

Kesibukan Seorang Istri
Seorang lelaki berdoa: "Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin memberinya pelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami."

Tuhan merasa simpati dan mengabulkan doanya. Keesokan paginya, lelaki yang telah berubah wujud menjadi istri tersebut, terbangun dan cepat-cepat ke dapur menyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah.

Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci.
Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak.

Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.

Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang telah dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya.

Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon.
Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut.

Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap. Tentu masih ada'pekerjaan- pekerjaan kecil lainnya' yang harus dikerjakan.

Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, "Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi."

Tuhan menjawab:

"Bisa saja. Tapi kamu harus menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil."

Senin, 05 September 2011

Cinta Yang Sempurna

"Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." (Matius 5:44)

Cinta dalam ajaran Yesus tidak hanya berarti mencintai diri kita, keluarga kita, kenalan dan orang-orang yang dekat dengan kita, tapi juga dengan orang-orang yang tidak kita sukai, yang melawan kita, yang menistakan kita.  Singkatnya, cinta berarti mencintai juga musuh-musuh kita.  Cinta harus menjadi seperti matahari, yang menerangi dan menghangatkan siapa saja, yang baik maupun yang jahat.  Juga seperti hujan, yang turun bagi yang benar dan yang tidak benar.  Siapa menciptakan dan menurunkan matahari dan hujan yang tidak membeda-bedakan ini?  Dialah Tuhan, sumber segala cinta, yang tak pandang bulu dalam mencinta.

Maka jika kita ingin sampai pada hakikat cinta, yakni mencintai musuh-musuh kita, tak bisa tidak, kita harus memohon cinta itu kepada Tuhan.  Tanpa anugerah cinta Tuhan itu, tak mungkinlah kita bisa mencintai sampai sehabis-habisnya.  Kita gagal dalam mencinta, karena sering kita menyangka, kita bisa mencinta begitu saja.  Kita lupa, hanya Tuhan yang memungkinkan kita mencinta.  Rasakanlah kehangatan matahari di pagi hari, dan marilah berdoa pada Tuhan, agar Dia memperolehkan bagi kita cinta untuk orang-orang yang tak kita sukai. (G.P. Sindhunata, SJ)

Sumber: Majalah Utusan No. 08, Tahun ke-61, Agustus 2011

Friendship

One day, when I was a freshman in high school, I saw a kid from my class was walking home from school. His name was Kyle. It looked like he was carrying all of his books. I thought to myself, “Why would anyone bring home all his books on a Friday? He must really be a nerd.”

I had quite a weekend planned (parties and a football game with my friends tomorrow afternoon), so I shrugged my shoulders and went on. As I was walking, I saw a bunch of kids running toward him. They ran at him, knocking all his books out of his arms and tripping him so he landed in the dirt. His glasses went flying, and I saw them land in the grass about ten feet from him. He looked up and I saw this terrible sadness in his eyes. My heart went out to him. So, I jogged over to him as he crawled around looking for his glasses, and I saw a tear in his eye.

As I handed him his glasses, I said, “Those guys are jerks. They really should get lives.” He looked at me and said, “Hey thanks!” There was a big smile on his face. It was one of those smiles that showed real gratitude. I helped him pick up his books, and asked him where he lived.

As it turned out, he lived near me, so I asked him why I had never seen him before. He said he had gone to private school before now. I would have never hung out with a private school kid before.
We talked all the way home, and I carried some of his books. He turned out to be a pretty cool kid. I asked him if he wanted to play a little football with my friends. He said “yes.”

We hung out all weekend and the more I got to know Kyle, the more I liked him, and my friends thought the same of him.

Monday morning came! , and there was Kyle with the huge stack of books again. I stopped him and said, “Boy, you are gonna really build some serious muscles with this pile of books everyday!” He just laughed and handed me half the books. Over the next four years, Kyle and I became best friends. When we were seniors, we began to think about college. Kyle decided on Georgetown , and I was going to Duke.

I knew that we would always be friends, that the miles would never be a problem. He was going to be a doctor, and I was going for business on a football scholarship. Kyle was valedictorian of our class. I teased him all the time about being a nerd.

He had to prepare a speech for graduation. I was so glad it wasn’t me having to get up there and speak. Graduation day, I saw Kyle. He looked great. He was one of those guys that really found himself during high school. He filled out and actually looked good in glasses. He had more dates than I had and all the girls loved him. Boy, sometimes I was jealous! Today was one of those days. I could see that he was nervous about his speech. So, I smacked him on the back and said, “Hey, big you’ll be great!” He looked at me with one of those looks (the really grateful one) and smiled. “Thanks,” he said.

As he started his speech, he cleared his throat, and began, “Graduation is a time to thank those who helped you make it through those tough years. Your parents, your teachers, your siblings, maybe a coach…but mostly your friends… I am here to tell all of you that being a friend to someone is the best gift you can give them. I am going to tell you a story.”I just looked at my friend with disbelief as he told the story of the first day we met.

He had planned to kill himself over the weekend. He talked of how he had cleaned out his locker so his Mom wouldn’t have to do it later and was carrying his stuff home. He looked hard at me and gave me a little smile. “Thankfully, I was saved. My friend saved me from doing the unspeakable.”
I heard the gasp go through the crowd as this handsome, popular boy told us all about his weakest moment. I saw his Mom and dad looking at me and smiling that same grateful smile. Not until that moment did I realize it’s depth.

Never under estimate the power of your actions. With one small gesture you can change a person’s life. For better or for worse.

God puts us all in each others lives to impact one another in some way.

_yourcaringangels.com_

BUNDA MARIA DIKANDUNG TANPA NODA

Maria, dalam sejarah keselamatan menempati peranan yang penting. Maria, dalam sejarah keselamatan menempati posisi kunci yang menghantarkan Sang Putera untuk menebus manusia. Oleh karena posisinya yang sangat penting itulah mengapa Maria dipersiapkan sejak awal mula untuk mengandung YESUS yang adalah ALLAH.

pada artikel 1 [Maria sebagai Tabut perjanjian, Maria dikandung tanpa Noda dosa (Immaculata) & Maria diangkat ke Surga], sudah dicoba dibahas mengenai Maria dikandung tanpa noda dosa dari kitab suci. pada saat ini kita akan mencoba membahas dari pandangan Bapa-Bapa Gereja perdana mengenai ajaran iman ini.

Para Bapa Gereja menyatakan bahwa Maria ini menerima kepenuhan Rahmat Allah "...engkau yang dikaruniai.." (luk 1:28)

"[Jesus] became man by the Virgin so that the course which was taken by disobedience in the beginning through the agency of the serpent might be also the very course by which it would be put down. Eve, a virgin and undefiled, conceived the word of the serpent and bore disobedience and death. But the Virgin Mary received faith and joy when the angel Gabriel announced to her the glad tidings that the Spirit of the Lord would come upon her and the power of the Most High would overshadow her, for which reason the Holy One being born of her is the Son of God. And she replied `Be it done unto me according to your word' [Luke 1:38]" (Dialogue with Trypho the Jew 100 [A.D. 155], Yustinus Martir).

"And again, lest I depart from my argumentation on the name of Adam: Why is Christ called Adam by the apostle, if as man he was not of that earthly origin? But even reason defends this conclusion, that God recovered his image and likeness by a procedure similar to that in which he had been robbed of it by the devil. It was while Eve was still a virgin that the word of the devil crept in to erect an edifice of death. Likewise through a Virgin the Word of God was introduced to set up a structure of life. Thus what had been laid waste in ruin by this sex was by the same sex re-established in salvation. Eve had believed the serpent; Mary believed Gabriel. That which the one destroyed by believing, the other, by believing, set straight" (The Flesh of Christ 17:4 [A.D. 210], Tertulianus).

"You alone and your Mother are more beautiful than any others, for there is no blemish in you nor any stains upon your Mother. Who of my children can compare in beauty to these?" (Nisibene Hymns 27:8 [A.D. 361], Ephraim the Syrian).

"Come, then, and search out your sheep, not through your servants or hired men, but do it yourself. Lift me up bodily and in the flesh, which is fallen in Adam. Lift me up not from Sara but from Mary, a virgin not only undefiled but a virgin whom grace had made inviolate, free of every stain of sin" (Commentary on Psalm 118 22:30 [A.D. 387], Ambrosius dari Milan).

"That one woman is both mother and virgin, not in spirit only but even in body. In spirit she is mother, not of our head, who is our Savior himself--of whom, even herself, all are rightly called children of the bridegroom--but plainly she is the mother of us who are his members, because by love she has cooperated so that the faithful, who are the members of that head, might be born in the Church. In body, indeed, she is the mother of that very head" (Holy Virginity 6:6 [A.D. 401], Agustinus).

"Having excepted the holy Virgin Mary, concerning whom, on account of the honor of the Lord, I wish to have absolutely no question when treating of sins--for how do we know what abundance of grace for the total overcoming of sin was conferred upon her, who merited to conceive and bear him in whom there was no sin?--so, I say, with the exception of the Virgin, if we could have gathered together all those holy men and women, when they were living here, and had asked them whether they were without sin, what do we suppose would have been their answer?" (Nature and Grace 36:42 [A.D. 415], Agustinus).

"Therefore the Virgin is immortal to this day, seeing that he who had dwelt in her transported her to the regions of her assumption" (Homily on Simeon and Anna [A.D. 400], Timotius dari Yerusalem).

"And to holy Mary, [the title] 'Virgin' is invariably added, for that holy woman remains undefiled." (Medicine Chest Against All Heresies [A.D 375], Epiphanius dari Salamis)

dari kesaksian Bapa-Bapa Gereja tersirat dan tersurat bahwa Maria, memiliki keistimawaan tersendiri. Keistimewaan itu semua didasarkan bahwa sejak awal mula Maria dipersiapkan untuk mengandung Yesus, yang adalah Allah. nah seperti yang kita ketahui bersama bahwa untuk menyimpan sabda Allah orang memerlukan tempat yang terbaik, yang dipersiapkan sedemikan rupa (bdk dengan tabut perjanjian), apalagi dengan Bunda Maria yang akan mengandung Yesus Kristus [untuk penjelasan alkitabiahnya baca artikel 1].

semoga kesaksian Iman Bapa-Bapa Gereja ini membuat kita semakin percaya bahwa Bunda Maria, benar-benar dipersiapkan dari awal mula untuk mengandung Tuhan Kita Yesus Kristus.

Thomas Rudy

Santo Hari Ini, 5 September

 Santo Laurensius Guistiniani, Uskup dan Pengaku Iman

Sejak masa remajanya Laurensius bercita – cita melayani Tuhan. Kesucian hidup sudah menjadi cita – cita yang terus membakar hatinya. Sekali peristiwa ia mendengar suatu suara ajaib berkata: “Ketentraman batin yang engkau dambakan hanya ada di dalam Aku, Tuhanmu.” Suara itu semakin memacu dia untuk lebih dekat pada Tuhan. Sejak itu segala hal duniawi tidak berarti lagi baginya. Tuhanlah satu – satunya yang mengisi relung hatinya. Desakan orangtuanya untuk mengawinkan dia tidak lagi digubrisnya. Satu – satunya pilihan bagi dia adalah mengikuti Kristus yang tersalib. Kepada Yesus, ia berdoa: “Engkaulah ya Tuhan satu – satunya cita – citaku”.
Laurensius masuk biara kanonik dari Santo Joris di Pulau Alga. Disanalah ia hidup lebih dekat dengan Tuhan dengan matiraga, doa dan pekerjaan harian. Hanyalah sekali ia pulang ke kampung halamannya ketika ibunya meninggal dunia. Pekerjaan yang ditugaskan kepadanya ialah mengemis – ngemis makanan di kota untuk seluruh penghuni biara. Tugas ini dilaksanakannya dengan penuh kegembiraan dan kesabaran demi Kristus yang tersalib.
Pada tahun 1406 ia ditabhiskan menjadi imam dan 27 tahun kemudian diangkat menjadi uskup di Kastello. Administrasi keuskupan di percayakan kepada orang lain dengan maksud agar dia dapat mencurahkan seluruh perhatiannya pada pelayanan dan pemeliharaan umatnya. Laurensius yang saleh ini kemudian diangkat menjadi Patrik pertama di Venisia.
Di dalam kebesarannya ia tetap seorang Uskup yang sederhana dan rendah hati. Ia terus menolong orang – orang miskin meskipun hal itu kadang – kadang membuat dia harus berhutang pada orang lain. Ia percaya penuh pada penyelenggaraan ilahi: “Tuhan yang mahaagung yang akan melunaskan utang – utangku.”
Ketika ajalnya mendekat, Laurensius tidak mau berbaring di atas tempat tidur yang empuk. Dia menyuruh pembantu – pembantunya agar membaringkan dia diatas papan yang biasa digunakannya. Ketika ia meninggal dunia, jenazahnya disemayankan selama dua bulan lamanya di dalam kapel biara. Badannya tidak rusak bahkan menyeburkan bau harum yang semerbak bagi setiap pengunjungnya. Laurentius wafat pada tahun 1455.

Sumber: 
[ekaristi.org]

Jumat, 02 September 2011

Novena Tiga Salam Maria

Novena Tiga Salam Maria berasal dari Santa Mechtildis. Ia mendapatkan pengalaman rohani dari Bunda Maria ketika ia cemas akan keselamatan hidupnya dan ia memohon Bunda Maria untuk membantunya saat kematiannya. Bunda Maria mengabulkan permohonannya dan meminta ia agar berdoa tiga kali Salam Maria.
Santo Antonius dari Padua, Santo Leonardus dari Porto Mauritio dan Santo Alfonsus de Liguori berjasa besar dalam mewartakan doa Tiga Salam Maria ini.

Doakanlah doa ini selama sembilan hari berturut-turut.

Dan jika permohonan anda berat, lakukanlah novena ini 3x berturut-turut.

Novena Tiga Salam Maria

Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu yang tak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalam kesulitanku ini, janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti dapat menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya, engkau tetap menjadi pengantara bagi Puteramu.

Baik keluhuran Tuhan dan penghormatanku kepadamu maupun keselamatan jiwaku akan bertambah seandainya engkau sudi mengabulkan segala permohonanku ini. Karenanya, kalau permohonanku ini benar-benar selaras dengan kehendak Puteramu, dengan sangat aku mohon, o Bunda, sudilah meneruskan segala permohonanku ini ke hadirat Puteramu, yang pasti tak akan menolakmu. 

Pengharapanku yang besar ini, berdasarkan atas kuasa yang tak terbatas yang dianugerahkan oleh Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormati besarnya kuasamu itu, aku berdoa bersama dengan St.Mechtildis yang kau beritahukan tentang kebaikan doa "Tiga Salam Maria", yang sangat besar manfaatnya itu.
Salam Maria ... (3X)

Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.
Perawan Suci yang disebut Tahta Kebijaksanaan, karena Sabda Allah tinggal padamu, engkau dianugerahi pengetahuan Ilahi yang tak terhingga oleh Puteramu, sebagai makhluk yang paling sempurna untuk dapat menerimanya. 

Engkau tahu betapa besar kesulitan yang kuhadapin ini, betapa besar pengharapanku akan pertolonganmu. Dengan penuh kepercayaan akan tingginya kebijaksanaanmu, aku menyerahkan diriku seutuhnya kepadamu, supaya engkau dapat mengatur dengan segala kesanggupan dan kebaikan budi, demi keluhuran Tuhan dan keselamatan jiwaku. Sudilah kiranya Bunda dapat menolong dengan segala cara yang paling tepat untuk terkabulnya permohonanku ini.

Bunda Maria, Bunda Kebijaksanaan Ilahi, sudilah kiranya Bunda berkenan mengabulkan permohonanku yang mendesak ini. Aku memohon berdasarkan atas kebijaksanaanmu yang tiada bandingnya, yang dikaruniakan oleh Puteramu melalui Sabda Ilahi kepadamu.

Bersama dengan St. Antonius dari Padua dan St. Leonardus dari Porto Mauritio, yang rajin mewartakan tentang devosi "Tiga Salam Maria" aku berdoa untuk menghormati kebijaksanaanmu yang tiada taranya itu
Salam Maria ... (3X)

Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

Bunda yang baik dan lembut hati, Bunda Kerahiman Sejati yang akhir-akhir ini disebut sebagai "Bunda yang penuh belas kasih", aku datang padamu, memohon dengan sangat, sudilah kiranya Bunda memperlihatkan belas kasihmu kepadaku. Makin besar kepapaanku, makin besar pula belas kasihmu kepadaku. Aku tahu, bahwa aku tidak pantas mendapat karunia itu. Sebab seringkali aku menyedihkan hatimu dengan menghina Puteramu yang kudus itu. Betapapun besarnya kesalahanku, namun aku sangat menyesal telah melukai Hati Kudus Yesus dan hatikudusmu. 

Engkau memperkenalkan diri sebagai "Bunda para pendosa yang bertobat" kepada St.Brigitta, maka ampunilah kiranya segala kurang rasa terima kasihku padamu. Ingatlah akan keluhuran Puteramu saja serta kerahiman dan kebaikan hatimu yang terpancar dengan mengabulkan permohonanku ini melalui perantaraan Puteramu.

Bunda Perawan yang penuh kebaikan serta lembut dan manis, belum pernah ada orang yang datang padamu dan memohon pertolongamu engkau biarkan begitu saja. Atas kerahiman dan kebaikanmu, aku berharap dengan sangat, agar aku dianugerahi Roh Kudus. Dan demi keluhuranmu, bersama St. Alfonsus Ligouri, rasul kerahimanmu serta pengajar devosi "Tiga Salam Maria", aku berdoa untuk menghormati kerahimanmu dan kebaikanmu.
Salam Maria ... (3X)

Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

Doa Rosario

Banyak umat Non-Katolik dan termasuk juga sebagian umat Katolik mengira bahwa doa rosario adalah doa kepada Maria. Sesungguhnya doa rosario adalah doa kepada Tuhan Yesus, dengan meneladani intersesi (bantuan doa) Bunda Maria. Didalam doa Rosario Bunda Maria menemani didalam doa, merenungkan peristiwa kelahiran, penderitaan, dan kemuliaan Putranya.

Doa Rosario menuntuk suasana yang tenang dimana misteri kehidupan Yesus dapat direnungkan dengan sepenuh hati.

CARA BERDOA ROSARIO

1. Aku Percaya
2. Bapa Kami
3. Salam Putri Allah Bapa, Salam Maria
4. Salam, Bunda Allah Putra, Salam Maria
5. Salam, Mempelai Allah Roh Kudus, Salam Maria
6. Kemuliaan

Ikuti Jalan Salib



Tata cara Berdoa Rosario
Dalam nama Bapa…
Aku percaya… (lihat no. 1-2)
Kemuliaan kepada Bapa… (lihat no. 13)
Terpujilah… (lihat no. 20)
Bapa kami… (lihat no. 10-12)

Salam, Putri Allah Bapa. – Salam Maria…(lihat no. 14)
Salam, Bunda Allah Putra, - Salam Maria…
Salam, Mempelai Allah Roh Kudus. – Slam Maria…

Lalu menyusul “Kemuliaan” dan “Terpujilah” seperti diatas.
Kemudian pemimpin membacakan peristiwa-peristiwa dari rangkaian misteri yang dipilih (lihat di bawah). Selanjutnya menyusul Bapa kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilan. Lalu menyusul peristiwa kedua dan seterusnya.

Peristiwa-peristiwa Gembira, khususnya selama Masa Adven dan Natal1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Luk1:26-38).
2. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya (Luk1:39-45).
3. Yesus dilahirkan di Bethlehem (Luk2:1-7).
4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Luk2:22-40).
5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah (Luk2:41-52).

Peristiwa-peristiwa Sedih, khususnya selama Masa Prapaskah dan tiap hari Jumat
1. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut (Luk22:39-46).
2. Yesus didera (Yoh19:1).
3. Yesus dimahkotai duri (Yoh19:2-3).
4. Yesus memanggul salib-Nya (ke Gunung Kalvari) (Luk22:26-32).
5. Yesus wafat di salib (Luk23:44-49).

Peristiwa-peristiwa Mulia, khususnya selama Masa Paskah dan tiap hari Minggu1. Yesus bangkit dari kematian (Luk21:1-12).
2. Yesus naik ke surga (Luk24:50-53).
3. Roh Kudus turun atas para Rasul (Kis2:1-13).
4. Maria diangkat ke surga (1Kor15:23; DS 3903).
5. Maria dimahkotai di surga (Why12:1, DS 3913-3917).

Peristiwa-peristiwa Terang.1. Yesus di baptis di sungai Yordan (Mat3:16-17)
2. Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana (
Yoh2:11)
3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan (
Mat4:17-23)
4. Yesus menampakan kemuliaan-Nya (
Mat17:2-5)
5. Yesus menetapkan Ekaristi (
Mrk14:22-24)

12. Dari Ps no 274
Didakhe 1X : 2-4
D/L Bapa, Engkau kami puji karena santapan kudus, yang Kau bagikan kepada kami dengan pengantaraan Yesus, Putra-Mu.
U Terpujilah Engkau selama-lamanya
D/L Bapa, Engkau kami puji karena kebenaran dan hidup, yang Kausampaikan kepada kami denganpengantaraan Yesus, Putra-Mu.
U Terpujilah Engkau selama-lamanya
D/L Bapa, sebagaimana roti yang kami bagi-bagi ini telah dikumpulkan dari banyak butir gandum yang tersebar di lereng-lereng gunung, sudilah Engkau menghimpun pula umat-Mu dari segala ujung bumi, dan mempersatukan mereka dalam kerajaan-Mu dengan perantaraan penyelamat kami, Yesus Kristus
U Terpujilah Engkau selama-lamanya
Catatan 1:
Setiap kali renungan-renungan itu:
a. Didahului doa Bapa Kami, doa yg diajarkan oleh Yesus sendiri. Diucapkan dengan khidmat
b. Disertai doa Salam Maria, yang merupakan salam dari malaikat Gabriel dan salam dari Elisabet. Diucapkan dengan tenang sebagai pujian, dan diulang 10 kali seperti doa litani.
c. Diakhiri doa Kemuliaan , sebagai permuliaan dan penyembahan kepada Allah Tritunggal.
Catatan 2:
a. Peristiwa-persitiwa Gembira : Pada hari Senin dan Sabtu; pada masa Adven dan Natal.
b.Peristiwa-peristiwa Sedih : Pada hari Selasa dan Jumat; pada masa Puasa.
c.Persitiwa-peristiwa Mulia : Pada hari Rabu, Sabtu dan Minggu; pada masa Paska.
d. Peristiwa-peristiwa Terang : Pada hari Kamis.

3 September

  • 301 - San Marino, republik tertua di dunia, didirikan.
  • 1260 - Tentara Bani Mamluk Mesir berhasil mengalahkan tentara Mongol dalam Pertempuran Ain Jalut di Palestina, menandai batas maksimum penaklukan oleh Kekaisaran Mongolia
  • 1783 - Perang Revolusi Amerika antara Britania Raya dan Amerika Serikat berakhir.
  • 1943 - Perang Dunia II: Italia Daratan diduduki pasukan Sekutu untuk pertama kalinya.
  • 1961 - Iwan Fals, penyanyi Indonesia, lahir.
Sumber: Wikipedia Indonesia

Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja

Gregorius lahir di Roma pada tahun 540. Ibunya Silvia dan dua orang tantenya, Tarsilla dan Aemeliana, dihormati pula oleh Gereja sebagai orang kudus. Ayahnya Geordianus, tergolong kaya raya; memiliki banyak tanah di Sicilia, dan sebuah rumah indah di lembah bukit Ceolian, Roma. Selama masa kanak – kanaknya, Gregorius mengalami suasana pendudukan suku bangsa Goth, Jerman atas kota Roma; mengalami berkurangnya penduduk kota Roma dan kacaunya kehidupan kota. Meskipun demikian, Gregorius menerima suatu pendidikan yang memadai. Ia pandai sekali dalam pelajaran tata bahasa, retorik dan dialetika.
Karena posisinya di antara keluarga – keluarga aristokrat (bangsawan) sangat menonjol, Gregorius dengan mudah terlibat dalam kehidupan umum kemasyrakatan, dan memimpin sejumlah kecil kantor. Pada usia 33 tahun ia menjadi Prefek kota Roma, suatu kedudukan tinggi dan terhormat dalam dunia politik Roma saat itu. Namun Tuhan menghendaki Gregorius berkarya di ladang anggurNya. Gregorius meletakkan jabatan politiknya dan mengumumkan niatnya untuk menjalani kehidupan membiara. Ia menjual sebagian besar kekayaannya dan uang yang diperolehnya dimanfaatkan untuk mendirikan biara – biara. Ada enam biara yang didirikan di Sicilia dan satu di Roma. Di dalam biara – biara itu, ia menjalani kehidupannya sebagai seorang rahib. Namun ia tidak saja hidup di dalam biara untuk berdoa dan bersemadi, ia juga giat di luar; membantu orang – orang miskin dan tertindas, menjadi diakon di Roma, menjadi Duta Besar di istana Konstantinopel. Pada tahun 586 ia dipilih menjadi Abbas di biara Santo Andreas di Roma. Di sana ia berjuang membebaskan para budak belian yang dijual di pasar – pasar kota Roma.
Pada tahun 590, dia diangkat menjadi Paus. Dengan ini dia dapat dengan penuh wibawa melaksanakan cita – citanya membebaskan kaum miskin dan lemah, terutama budak – budak dari Inggris. Ia mengutus Santo Agustinus ke Inggris bersama 40 biarawan lain untuk mewartakan Injil disana. Gregorius adalah Paus pertama yang secara resmi mengumumkan dirinya sebagai Kepala Gereja Katolik sedunia. Ia memimpin Gereja selama 14 tahun, dan dikenal sebagai seorang Paus yang masyur, negarawan dan administrator ulung pada awal abad pertengahan serta Bapa Gereja Latin yang terakhir. Karena tulisan – tulisannya yang berbobot, dia digelari sebagai Pujangga Gereja Latin. Meskipun begitu ia tetap rendah hati dan menyebut dirinya sebagai ‘Abdi para abdi Allah’ (servus servorum Dei). Julukan ini tetap dipakai sampai sekarang untuk jabatan Paus di Roma. Setelah memimpin Gereja Kristus selama 14 tahun, Gregorius meninggal dunia pada tahun 604. Pestanya dirayakan juga pada tanggal 12 Maret.

Renungan 3 September 2011

"Di manakah kita akan membeli roti supaya mereka ini dapat makan?"
(Kol 1:21-23; Luk 6:1-5)

"Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau
Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka
melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap
orang-orang sakit. Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ
dengan murid-murid-Nya. Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah
dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang
banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada
Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat
makan?"Luk 6:1-5), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Gregorius
Agung, Paus dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan
catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
•       Paus adalah penerus Yesus, Gembala Utama, yang bertugas untuk
menggembalakan seluruh umat Allah di dunia. Sebagaimana dihayati oleh
Yesus, yang minta bantuan para muridNya dalam melaksanakan tugas
pengutusanNya, demikian juga Paus dibantu para kardinal, uskup, imam,
biarawan-biarawati, kaum awam, dst...dalam menggembalakan umat Allah.
Maka marilah kita semua ,yang terpanggil untuk membantu fungsi
penggembalaan Paus, menanggapi sabda Yesus "Di manakah kita akan
membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?". Di lingkungan hidup
maupun kerja kita kiranya masih cukup banyak orang yang lapar dan
haus, entah secara phisik maupun spiritual, maka marilah kita dengan
besar hati berkorban untuk membantu mereka; marilah kita bagikan
kekayaan kita kepada mereka. Bagi yang kaya akan harta benda atau uang
hendaknya menyisihkan sebagian kekayaannya untuk disumbangkan bagi
mereka yang sungguh membutuhkan, sedangkan bagi yang kaya akan
nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan, keterampilan atau pengetahuan,
hendaknya berani meluangkan waktu dan tenaga untuk membagikannya
kepada mereka yang lapar dan haus akan nilai, keutamaan, keterampilan
maupun pengetahuan. Pada dasarnya sebagai manusia, kita adalah makhluk
sosial, 'to be man or woman with/for others', maka marilah kita hayati
dan wujudkan jati diri kita ini dengan bermurah hati dan
berbelas-kasih bagi mereka yang lapar dan haus. Jauhkan aneka bentuk
egois yang akan mencelakakan kita, dan hendaknya anak-anak sedini
mungkin di dalam keluarga dibina dan dididik untuk sosial terhadap
saudara-saudarinya atau teman-temannya, dengan teladan konkret dari
orangtua masing-masing.
•       "Kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang,
dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar
dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang
aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya." (Kol 1:23), demikian saran
Paulus kepada umat di Kolose. Marilah saran ini kita renungkan atau
refleksikan. Sebagai orang beriman kita diharapkan 'bertekun dalam
iman, tetap teguh dan tidak bergoncang'. Memang pada masa kini cukup
banyak rayuan atau tawaran berupa kenikmatan-kenikmatan duniawi, yang
menggerogoti iman kita serta dapat melumpuhkan iman kita. Sebagai
contoh adalah rayuan atau tawaran berupa uang; kiranya cukup banyak
orang menjadi rapuh atau lemah imannya karena uang. Uang memang dapat
menjadi jalan ke neraka atau jalan ke sorga, dan sebagai umat beriman
kita diharapkan memfungsikan uang sebagai jalan ke sorga. Maka baiklah
kita jujur dan transparan dalam menggunakan uang, sesuai dengan
pedoman 'intentio dantis' (=maksud pemberi), tentu saja maksud di sini
adalah maksud yang baik dan menyelamatkan jiwa manusia. Secara khusus
kami berharap kepada mereka yang bertugas untuk mengurus atau
mengelola uang dalam berorganisasi, bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara, untuk 'tetap teguh dan tidak tergoncang' dalam menghadapi
aneka rangsangan, rayuan atau tawaran untuk korupsi. Kami berharap
kepada mereka yang berkarya di lingkungan Departemen Agama maupun
Departemen Pendidikan dapat menjadi teladan dalam keteguhan dan
ketekunan iman, sehingga tidak melakukan korupsi sedikitpun.
Kemerosotan moral yang masih terus terjadi di hampir semua bidang
kehidupan bersama masa kini hemat saya antara lain disebabkan
kerapuhan iman mereka yang berkarya di dalam lingkungan Departemen
Agama maupun Departemen Pendidikan. Ingat dan sadari bahwa para
koruptor pernah bersekolah dan mengaku beragama, yang berarti terjadi
kerapuhan iman dalam pengelolaan atau pengurusan sekolah maupun agama.
"Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku
karena keperkasaan-Mu! Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga
kepada ucapan mulutku! Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah
yang menopang aku" (Mzm 54:3-4.6)


Sumber: [imankatolik]

Selasa, 23 Agustus 2011

"Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"

(Why 21:9b-14; Yoh 1:45-51)

"Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya:
"Bagaimana Engkau mengenal aku?" 
Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon
ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." 
Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat
langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia." (Yoh 1:45-51),
demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Bartolomeus, rasul, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

•       Cukup banyak orang yang senantiasa melihat kelemahan atau kekurangan orang lain, alias berpikiran negatif terhadap saudara-saudarinya. Para petinggi, atasan atau pejabat ketika mengujungi bawahannya juga berusaha melihat kekurangan dan kelemahannya dengan maksud menunjukkan kewibawaan atau keunggulannya. Cara berpikir macam itu pernah dihayati oleh Natanael atau Bartolomeus terhadap berita bahwa Penyelamat Dunia telah datang dan berasal dari Nazaret, ia berkata:" Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?'. Memang apa yang dilakukan oleh Natanael berbeda dengan yang dilakukan oleh kebanyakan orang: Natanael jujur terhadap diri sendiri, berkata sesuai dengan yang ia ketahui, sedangkan kebanyakan orang dengan sengaja berusaha melihat kelemahan atau kekurangan. Maka dalam rangka mengenangkan pesta St.Batolomeus (Natanael), kami mengajak kita semua untuk jujur terhadap diri sendiri, misalnya jika tidak tahu dengan rendah hati mengakui ketidaktahuan atau kebodohan atau keterbatasannya. Kita renungkan sabda Yesus kepada Natanael "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!". Hendaknya jika kita tidak tahu tanpa malu mengakui tidak tahu, dan jangan menipu atau berbohong demi gengsi. Masa kini memang terjadi banyak pemalsuan, tidak hanya dalam hal barang tetapi juga anggota tubuh, misalnya hidung, buah dada/ payudara, wajah dst..yang sering dilakukan oleh mereka yang mendambakan dirinya nampak menarik, mempesona dan memikat orang lain.
Marilah hidup sederhana apa adanya, tidak dibuat-buat atau bersandiwara.

•       "Di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti Kristal"(Why 21:10-11). Kutipan ini kiranya sesuai dengan sabda Yesus kepada Natanael: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia." (Yoh 1:51). Orang yang jujur terhadap diri sendiri memang akan melihat sesuatu yang indah, mulia dan luhur sebagai pewahyuan Diri Allah sendiri. Orang yang jujur terhadap diri sendiri memiliki dambaan tidak pada yang kelihatan atau duniawi, melainkan yang spiritual atau sorgawi; ia dapat melihat keindahan, kemuliaan dan keluhuran dalam aneka barang maupun manusia yang mungkin kurang dihargai atau dihormati oleh dunia ini. Langkah perjalanan orang jujur senantiasa berada dalam tuntunan atau bimbingan roh baik, sehingga ia  senantiasa melihat apa yang baik, luhur dan mulia dalam seluruh ciptaan: binatang, tanaman maupun manusia; ia menyaksikan karya Allah di dalam seluruh ciptaanNya. Dengan kata lain ia senantiasa berpikiran positif alias ahli roh baik atau mahir dalam pembedaan roh. Kami berharap cara hidup dan cara bertindak macam ini terutama dihayati di dalam dunia pendidikan, entah dalam pendidikan formal di sekolah maupun informal di rumah. Berpartisipasi dalam karya pendidikan berarti berpartisipasi dalam karya  penciptaan Allah, dan semua yang diciptakan oleh Allah baik adanya. Maka dalam mendampingi atau mendidik anak-anak hendaknya lebih diperhatikan kelebihan atau kebaikan serta peluang yang ada daripada kekurangan atau kejahatan serta ancamannya.
"Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia,"

 (Mzm 145:10-12a)
Ign 24 Agustus 2011

Kamis, 02 Juni 2011

Devosi Kepada Roh Kudus



Mohon Tujuh Karunia Roh KudusPuji Syukur, 1992, No. 93
Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.
Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Novena Roh Kudus



Novena Roh Kudus ini dilaksanakan selama sembilan hari, mulai pada hari sesudah kenaikan Yesus ke surga dan berakhir pada hari Sabtu menjelang Pentekosta. Dalam novena ini umat memuji Tuhan yang menjanjikan kedatangan Roh Kudus dan memohon rahmat-Nya

Selasa, 31 Mei 2011

Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh


Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. (1 Yoh 3 : 14)
Manusia tentu gembira dengan kesembuhannya dari

ads1

Feature